Perbedaan Antara Dropship Dengan Reseller Yang Harus Diketahui

Perbedaan Antara Dropship Dengan Reseller Yang Harus Diketahui

Bargeorgeslc –¬†Saat ini dalam keadaan pandemi Covid-19, yang mengharuskan semua orang untuk tinggal di rumah dan menghindari keramaian, banyak pedagang atau pengusaha yang menutup toko mereka, menyebabkan ekonomi mereka ambruk. Namun dengan cara ini Anda tidak perlu khawatir karena kita bisa berjualan atau berwirausaha melalui media online yang disebut dengan bisnis online.

Bisnis online ini tidak diharuskan bagi yang sudah menjalankan bisnis atau sudah mendirikan bisnis, namun bisnis online ini mungkin untuk para pemula seperti kita yang masih bersekolah atau untuk pelajar agar berpenghasilan lebih.

Anda bisa mulai dengan menjadi dropshipper atau reseller, pilih salah satu! Namun sebelumnya kamu perlu mengetahui apa itu dropshipper dan seller, apa saja perbedaannya, dan apa yang cocok untuk pemula. Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Dropship?

Dropship adalah sistem penjualan dimana penjual atau dropshipper hanya perlu memasarkan dan menjual barang milik entitas lain tanpa harus membelinya terlebih dahulu (penyimpanan barang).

Dengan sistem dropshipping ini, saat pembeli masuk dan memesan barang dagangan di toko Anda sendiri, Anda dapat langsung memesannya dari pemasok dan meminta pemasok untuk mengirimkan barang dagangan langsung ke pelanggan Anda.

Misal anda mempunyai bisnis online di salah satu media sosial anda, jual masker wajah, kemudian seseorang memesan produk anda, kemudian setelah anda membayar produk dan membeli, anda langsung memesan masker dari supplier di media sosial dan bertanya. bagi pemasok untuk mengunggahnya ke alamat pelanggan Anda. Jadi Anda tidak perlu membeli masker wajah terlebih dahulu.

Keuntungan dari sistem dropshipping ini adalah kita tidak memerlukan modal untuk menjalankan bisnis kita, cukup modal untuk internet karena kita tidak membeli / menyimpan barang apapun. Dan sistem ini juga sangat memudahkan kami karena kami tidak perlu memikirkan pengemasan dan kami juga pusing karena banyaknya pesanan yang datang.

Bisnis dropship juga membutuhkan website sendiri dan menggunakan jasa backlink untuk membantu mempromosikan website tersebut.

Siapa penjualnya?

Reseller kebalikan dari dropshipping, dimana penjual tidak harus melakukan stock barang dengan sistem dropship, jadi pada sistem ini penjual perlu melakukan stock up barang terlebih dahulu.

Oleh karena itu, penjual dapat diartikan sebagai “penjual”. Lebih khusus lagi, ini adalah sekelompok perusahaan atau individu yang membeli barang atau jasa untuk dijual kembali. Bukan untuk konsumsi atau penggunaan pribadi, tetapi untuk dijual kembali dengan tujuan menghasilkan keuntungan dari penjualan.

Sistem reseller ini sama dengan sistem bisnis konvensional, namun yang membedakan adalah pada penggunaan internetnya.

Misal anda menjalankan bisnis online di salah satu media sosial anda dengan menjual berbagai jenis hijab lalu seseorang memesan produk anda, kemudian setelah membayar produk dan membeli, mereka langsung mengemas pesanannya dengan asumsi barang tersebut ada di tangan anda, lalu kirim ke alamat klien Anda. Jadi pertama-tama Anda perlu mendapatkan jilbab.

Keunggulan dari sistem ini adalah profit / margin yang didapat lebih besar dari pada sistem dropshipping karena pada sistem ini kita harus mengeluarkan modal terlebih dahulu agar kita bisa mengatur profit yang kita inginkan dan profit akan lebih besar.

Nah, dari dua sistem yang sudah dijelaskan di atas yang cocok untuk pemula dalam menjalankan bisnis online adalah sistem dropshipping, karena di sistem ini tidak perlu lagi menginvestasikan modal hanya di internet saja, jadi jika sudah mengumpulkan uang dari hasil dropshipping , anda bisa beralih ke sistem reseller agar keuntungannya selalu lebih besar.